Jembrana: Satpol PP Razia Seks Bebas

Ilustrasi

Ilustrasi

Jembrana: Satpol PP Razia Seks Bebas. Keberadaaan sejumlah kos di Kelurahan Lelateng, Kelurahan Banjar Tengah, dan Kelurahan Baler Bale Agung di Kecamatan Negara, Rabu (12/6), dirazia Satpol PP Jembrana. Dalam kegiatan untuk menyasar penyalahgunaan tempat kos-kosan sebagai tempat mesum, tak ditemukan para pelakunya. Justru razia malah



menjaring 25 orang penduduk pendatang (duktang) asal luar Bali yang belum mengantongi Surat Ketererangan Tinggal Sementara (SKTS).

Kakan Satpol PP Jembrana, I Putu Widarta, mengaku sering mendapatkan informasi penyalahgunaan tempat kos yang dijadikan sebagai tempat mesum saja.

“Karena kos-kosan dianggap lebih murah, daripada berulang-ulang nyewa hotel, dan ini biasanya pasangan selingkuh. Bahkan ada pula informasinya remaja-remaja yang pinjam kamar pada temannya, biasa melakukan seks bebas di tempat kos. Maka untuk itulah kita antisipasinya di kalangan anak muda, apalagi yang masih sekolah,” ungkapnya.

Namun dari razia, kebanyakan penyewa merupakan kalangan duktang berkeluarga yang telah menikah. Dan masih ada yang ditemui belum memenuhi syarat administrasi kependudukan.

“Total ada 25 yang kita proses, dan satunya itu ada yang tanpa KTP. Kita tetap tegakkan sesuai Perda 4 Tahun 20012, dan Perbup 18 Tahun 2013,” jelasnya.

Meskipun belum menemukan bukti akan adanya dugaan tersebut, sejumlah penjaga atau pemilik rumah kos yang ditemui secara langsung, sempat diminta untuk memperhatikan masalah seks bebas tersebut. Diwajibkan setiap orang menyewa menyerahkan salinan identitas berupa fotokopi KTP. Sementara para pelajar di bawah umur bisa dengan menujukan fotokopi kartu pelajar.

Di samping itu, setiap teman penyewa diminta juga ikut diawasi secara ketat. Ketika memang ditemukan ada pasangan anak di bawah umur yang meminjam kamar atau menyewa secara khusus untuk berbuat tidak-tidak, diminta untuk tidak diterima.

“Jadi kita harap semua ikut memperhatikan masalah ini. Apalagi yang juga mengkhawatirkan masalah HIV/AIDS,” ungkapnya.

Selain menyasar rumah kos, pihaknya juga mengaku sudah sempat mengambil sampel berupa enam tempat penginapan di Kecamatan.

“Tapi begitu kita cek itu semua izinnya ada. Kita cocokan juga minta data di Kantor Perizinan juga sudah lengkap. Mungkin data yang sebelumnya itu belum di-update. Tapi masalah genarasi mudanya tetap kita imbau. Dan dalam waktu dekat ini juga ada rencana untuk mengumpulkan para pengusaha-pengusaha penginapan,” tukasnya




Report Link Broken | Dowload Tusfiles Without Ads | How To Download Files And Find Activation ! | Register High eCPM Rates! !! | Earn Money By Install Software !! | Buzzcity !! | Agile PLM




comments powered by Disqus